Dalam Lift arah naik lantai tujuh belas
Sebelas insan terperangkap.
Tak jelas berapa laki-laki berapa perempuan
Dan entah berapa pula perawan.
Jasad-jasad merapat, bersentuhan
Namun nyala api birahi.
Sebab jiwa mereka terbang ke langit biru
Mungkin hati mereka keluar dari sarannya
Ketika berpandangan bertatap mata langit kosong, hitam jelaga
Dalam Lift kita tertambat tali sunyi imaji
Yang liar.
Pada saat pintu lift menganga dan menunjuk angka-angka kita pun kabur.
Ketika kita jumpa pada cuaca terbuka maka terpandang muka-muka sarat tanda tanya teka teki meski hati telah pulang ke jati diri.
Penulis : Muhyiddin Rayes

0 comments:
Posting Komentar