Selasa, 08 Maret 2022

"Peran Hmi Dalam Dalam Kontestatasi Kebudayaan"



HMI-MPO (Himpunan Mahasiswa Islam- Majelis Penyelamat Organisasi) merupakan “pewaris” tradisi intelektual dari generasi sebelumnya dan mesti tetap berterusan sehingga berfungsi sebagai wadah yang mencetak/memproduksi generasi terpelajar baru, yang berlangsung secara berkesinambungan di tengah-tengah masyarakat Indonesia,  Berarti bahwa HMI mesti ikut berpartisipasi untuk menumbuhkan dan memperluas lapisan menengah masyarakat Indonesia, baik dalam konteks sosial,budaya, dan ekonomi maupun politik.Persoalan dasarnya adalah bagaimana menjadikan Islam sebagai sumber konsep? Dengan cara bagaimana menjabarkan nilai-nilai normatif yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah tersebut menjadi konsep-konsep kehidupan yang operasional, yang mudah dapat dilaksanakan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat penting, dan di sinilah pula urgensinya golongan pemuda terpelajar dalam proses pemikiran perjuangan hmi.

     Seperti yang di katakan oleh ziauddin sardar peradaban yang berbeda menghasilkan ilmu pengetahuan  yang berbeda pula, himpunan mahasiswa islam sebagai organisasi  yang menaungi seluruh umat muslim tentunya telah mencetak ribuan kader-kader hebat yang dibekali  ilmu pengetahuan, salah satu pokok dalam islam adalah ketegasan dan kesempurnaan, dualisme yang terjadi antara hmi-mpo dan hmi dipo terjadi karena hal yang sangat di sayangkan satu sisi ketika hmi yang awalnya atau pada dasarnya menggunakan asas alquran dan hadis, harus di ganti menjadi asas tunggal yakni pancasila dan konsekuensi yang harus di terimah oleh hmi jika tidak mengganti asasnya adalah pembubaran atau di ilegalkan oleh negara, hal ini merupakan instruksi oleh soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai presiden republik indonesia, hal ini tentunya menimbulkan pro dan kontra terhadap pengurus maupun petinggi-petinggi himpunan mahasiswa islam. Dari sinilah petinggi-petinggi  hmi-mpo memeperlihatkan ketegasan dan kesempurnaannya dengan  dengan bukti  mempertahankan asas alquran dan hadis sebagai asas hmi-mpo  pada kongres hmi ke-16.  

     Peran hmi terdapat kontestasi kebudayaan merupakan hal  tak muda, tapi dengan Perjuangan yang keras yang dilakukan secara teratur, tertib, sistematis, dan berencana untuk mengubah suatu tatanan atau kondisi yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan masa kini Perjuangan juga menghendaki munculnya situasi baru,  yang lain dari kondisi sebelumnya, sehingga dapat memenuhi tuntutan dan keperluan kontemporer, sebagimana kita kehendaki menuju keridhoan Allah SWT. Adalah amat penting bagi kehidupan umat Islam untuk berusaha menerjemahkan nilai-nilai agama yang terkandung dalam Al-Quran, dengan sikap dan perbuatan nyata sehari-hari. Telah berabad-abad lamanya Al-Quran dapat menjadi pelita dunia ke arah hidup yang lebih baik, maju, dan beradab, maka bagi umat Islam Indonesia yang hidup di abad ke-21 ini, ia  mesti menunjukan kepada dirinya sendiri, apakah Al-Quran yang kita junjung tinggi dapat memberikan manfaat bagi hidup dan kehidupan umat manusia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

      Dalam menghadapi kontestasi kebudayaan hmi dalam hal Memperbanyak membaca, sebagai budaya literasi dalam memperkuat kapasitas intelektual seseorang kader juga diperlukan untuk menghadapi kontestasi budaya maupun politik di Indonesia karena sekali lagi budaya maupun politik itu adalah ruang adu gagasan, tempat bertukar pikiran sesama masyarakat, sehingga membutuhkan bahan bacaan yang kuat dalam membangun narasi memandang budaya yang menjadi kontroversi. Sebagai calon kader LK-2 dengan syarat salah satunya adalah membuat essay, saya sebagai peserta di berikan pilihan beberapa tema maka saya memilih tema sesuai pada judul yang telah tertera pada bagian di atas, yakni peran himpunan mahasiswa islam dalam kontestasi kebudayaan, mungkin pada bagian di atas hanya pengantar dari essay ini.

     Setiap pengkaderan LK-1  materi yang terangkum dalam khittah perjuangan atau di dalam artian paradigma gerakan ini merupakan tolak ukur dari gerakan himpunan mahasiswa islam majelis penyelamat organisasi, Di dalam khittah perjuangan himpunan mahasiswa islam yang materinya materi terdiri antara lain keyakinan seorang muslim, keyakinan merupakan hal yang paling fundamental dari setiap gerakan, karna manusia membutuhkan pegangan dalam kehidupannya, salah satu diantaranya mengenai tuhan, keberadaan tuhan tak dapat diyakini dengan bantuan sistem ilmiah.

     Kedua wawasan ilmu, manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna dengan kesempurnaan itulah yang di diberikan  kepada manusia terhadap makhluk-makhluk lainnya, yaitu akal sebagai pembeda terhadap makhluk-mahluk lainnya. akal mampu meratifikasi mana yang benar dan mana yang salah. maka disinilah letak perbedaan mencolok manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Kemudian yang ketiga adalah wawasan ilmu, kepemimpinan, etos perjuangan dan hari kemudian, mungkin tak bisa saya jelaskan secara mendetail terkait khittah perjuangan pada intinya kolerasi antara isi materi dari khittah perjuangan dengan peran hmi dalam kontestasi budaya ialah, baik nilai kultur maupun moral dalam penerapannya akan mendapatkan hasil yang maksimal ketika isi dari khittah perjuangan di jadikan sebagai tolak ukur dalam dalam menghadapi kontestasi budaya yang di anggap bertengtangan. 
 
     Dari hasil di atas  himpunan mahasiswa islam majelis penyelamat organisasi tentunya punya peran penting dalam menyelesaikan hal ini  pasalnya sebagai mahasiswa islam yang di anggap ataupun di pandang punya kapasitas dalam menyelesaikan segala kontroversi-kontrovesi  yang terjadi di masyarakat, terutama terkait persolan budaya. budaya yang dalam hal ini di anggap bertengtangan dengan ajaran agama islam. Jika di terjemahkan kedalam bahasa indonesia Kontestasi di artikan sebagai sebagai sesuatu hal yang di angggap  kontrovesi sedangkan budaya dalam kamus besar bahasa indonesia adalah cara hidup yang berkembang serta di miliki bersama oleh kelompok orang kemudian di wariskan dari generasi ke generasi. Menurut saya pribadi jika saya satukan bahwa cara hidup yang di anggap berkembang akan tetapi hal ini keberadaannya atau penerapannnya masih dia anggap sebagai hal yang kontroversi alias bertengtangan dengan ajaran agama islam, maksud saya di sini supaya terarah dan teman-teman pembaca penulis essay tidak terjadi yang namanya multitafsir, saya berikan contoh kasus yang saya anggap bertentangan dengan ajaran agama islam yang telah terjadi dan mungkin teman-teman telah membacanya media online ataupun media cetak lainnya. 

     Salah satu kontroversi yang terjadi di masyarakat bahkan di anggap sebagai hal yang biasa-biasa saja misalnya yang terjadi di yogkarta terkait penggunaan masjid sebagai tempat imlek dalam hal ini akan menimbulkan suatu hal yang kontroversial pasalnya jika di kondisikan dengan penduduk yang ada di indonesia yang notabenenya merupakan bahkan kebanyakan penduduknya  terbilang islam ktp, alias islam sejak lahir tentunya problem terkait pengunaan masjid sebagai lokasi imlek di pandang asing, di sinilah peran mahasiswa islam untuk memberikan pemahaman maupun penejelasan terkait hal ini, apakah wajar hal  ini di lukukan dalam masjid atau tidak, sudah pandang terkait hal ini tentunya para kader yang memiliki kapasistas untuk menyelesaikan hal ini dengan asupan ilmu yang di berikan dan telah di pelajari  tentunya  problem dalam hal ini untuk menyelesaikannya yang menjadi tolak ukur adalah al quran dan hadis serta gambaran dari khittah perjuangan.   


    
Oleh     : Sultan Alaudin

   



  

0 comments:

Posting Komentar

TEMPAT PENGADUAN

MAHASISWA ID

BLOG INI BERISI INFORMASI MAUPUN TULISAN KARYA MAHASISWA, BLOG INI AKUN MILIK PRIBADI SULTAN ALAUDIN.

ALAMAT:

SAMATA, KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN

JAM KERJA:

SENIN-JUMAT

NOMOR TELEPON WA:

085756911665

alaudinsultan3@gmail.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

ALUR CERITA BLACKHAT

  Alur Cerita Blackhat Pertama di Los Angeles dimana hatway   dan tim mencoba mengungkap keberadaan si hacker, headway bersama Lien mendat...